Oleh: manarfa | 8 Desember 2009

GURU PROFESIONAL

Guru adalah figur yang bertugas dan bertanggungjawab mengukir kepribadian bangsanya di masa yang akan datang, dalam arti bahwa bagaimana kondisi baik atau buruknya akhlak suatu bangsa di kemudian hari sangat ditentukan oleh apa yang dilakukan guru dalam mengemban tugas dan tanggungjawab mendidik anak bangsa pada saat ini. Tugas dan tanggungjawab guru sebagai pendidik jauh lebih kompleks dari sekedar melakukan tugas mengajar, karena dalam proses mendidik guru tidak sekedar melakukan transformasi pengetahuan dan ilmu pengatahuan sebagaimana dalam mengajar. Namun hakekat terpenting dalam melakukan pendidikan guru diharuskan berupaya maksimal untuk membangun karakter peserta didik (siswa) agar manjadi generasi yang memiliki kepribadian yang dicita-citakan oleh bangsanya sebagaimana termaktub dalam konstitusi negaranya. Oleh karena itu, sudah seharusnya keberadaan guru bagi setiap negara harus memperoleh pengakuan dan kedudukan mulia sebagai tenaga profesional.
Bangsa Indonesia sebagai bangsa yang beradab mengakui eksistensi guru sebagai tenaga profesional ditandai denganditetapkannya UU No. 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen (UUGD). Keputusan fundamental tersebut baru diambil setelah bangsa Indonesia menegara selama 60 tahun, sungguh hal itu merupakan suatu kerugian yang sangat besar dan sebuah kecerobohan yang kini harus ditebus dengan harga yang sangat mahal. Mengingat keterlambatan tersebut mengakibatkan dunia pendidikan kita telah memproduk generasi korup yang telah menghinakan bangsa Indonesia secara komprehensif.
Konsekuensi lanjutan dari keterlambatan dimaksud juga adalah terbentuknya opini masyarakat yang memandang profesi guru sebagai kerjaan sambilan yang dimasuki pencari kerja setelah gagal memperoleh pekerjaan yang dipandang bergengsi. Akibatnya peminat lulusan SMTA yang memilih pendidikan keguruan adalah mereka yang berada pada level kemampuan kelas menengah kebawah, dibandingkan para lulusan terbaik yang getol mengejar pendidikan tinggi bergengsi seperti ilmu kedokteran dan sejenisnya.
Pengakuan negara terhadap guru sebagai tenaga profesional dewasa ini merupakan penghargaan yang sangat tinggi bagi anak negeri Indonesia yang mengabdikan dirinya sebagai pendidik. Oleh sebab itu, tidak berlebihan jika kita perlu mengenal kriteria keberadaan profesi guru sebagai tenaga profesional menurut Darwanto yang mengharuskan peminatnya memiliki persyaratan antara lain:
1. Menuntut adanya ketrampilan berdasarkan konsep dan teori ilmu pengatahuan yang mendalam;
2. Menekakan pada suatu keahlian dalam bidang tertentu sesuaidengan bidang profesinya;
3. Menuntut adanya tingkat pendidikanyang memadai;
4. Adanya kepekaan terhadap dampak kemasyarakatan dari pekerjaan yang dilaksanakannya;
5. Memungkinkan perkembangan sejalan dengan dinamika kehidupan.
Persyaratan yang diharuskan untuk menjadi guru profesional sebagaimana termaktub ditas, menunjukkan bahwa profesi guru bukan lagi bisa dipandang sebagai pekerjaan sambilan, namun menjadi suatu tantangan berat bagi merekayang menjadikan guru sebagai lahan pengabdian terhadap masyarakat, bangsa dan negara secara komprehensif. Keberadaan guru profesional menjadi sangat strategis fungsinya bila disadari bahwa mengemban posisi tersebut sarat dengan nilai-nilai kode etik yang mengatur hubungannya dengan siswa, orang tua siswa dan masyarakat lingkungan kerjanya sebagai kliennya dalam tugas pelayanan. Dengan demikian keberadaan guru yang memang secara hakiki dibutuhkan jasanya sebagai pendidik oleh masyarakat, sudah selayaknya guru wajib bersikap dan bertindak profesional dalam menjalankan missi mulia sebagai pendidik umat menuju masyarakat madani dan bukan sebaliknya menjadi masyarakat medeni (menakutkan; bahasa Jawa). arfa)*


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: